Biografi nabi muhammad pdf

Kisah Nabi Ishaq sangat sedikit diceritakan dalam Al-Qur’an. Nabi Ishaq disebutkan dalam Al-Biografi nabi muhammad pdf’an sebanyak 15 kali. Sedangkan keutamaan Nabi Ishaq disebutkan 9 kali dan kenabian Ishaq 10 kali.

Kata itu didapatkan dari ibunya, Sarah yang tersenyum tidak percaya ketika mendapatkan kabar gembira dari malaikat Jibril. Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Syam bin Nuh. Ishaq menikah dengan Rifqa binti Batnail bin Nahur bin Tarih, menikah pada tahun 2088 SM. Sebelum kelahiran Ishaq, Sarah dan suaminya, Ibrahim mendapat kabar gembira dari Allah melalui malaikat Jibril. Ishaq merupakan anak kedua dari Nabi Ibrahim dan Sarah setelah Ismail.

Bersama Ismail, ia menjadi penerus ayahnya untuk berdakwah di jalan Allah. Ketika Ibrahim telah sangat tua, Ishaq belum juga menikah. Ibrahim tidak mengizinkan Ishaq menikah dengan wanita Kana’an karena masyarakatnya tidak mengenal Allah dan asing terhadap keluarganya. Setelah 10 tahun Ishaq menikah dengan Rifqah, lahirlah dua anak kembar.

Anak pertama diberi nama Al-Aish dan anak kedua Yaqub yang lahir dengan memegang kaki saudaranya. Ishaq lebih menyayangi Al-Aish daripada Yaqub. Dari Ishaq-lah kemudian terlahir nabi-nabi Bani Israil. Menurut salah satu riwayat, Ishaq meninggal pada usia 180 tahun.

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. Halaman ini terakhir diubah pada 31 Desember 2017, pukul 12. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Den här artikeln handlar om profeten Muhammed.

Muslimer betraktar Muhammed som rasulullah: “Guds budbärare”. Hans ursprungliga tillnamn var al-Amin, “den trovärdige”. Vördnaden bland vissa muslimer är stor. Fadern dog redan före Muhammeds födelse och modern när han var sex år gammal. Det var först farfadern Abdul-Muttalib som tog hand om honom, sedan, efter dennes bortgång, farbrodern Abu Talib. Han ärvde inget efter sin farfar, mamman var fattig och pappan som dog ung lämnade bara efter sig fem kameler, en mindre flock får och getter samt en slavflicka.

Muhammed fick arbeta för sitt uppehälle “och arbeta särskilt hårt om han någonsin skulle lyckas få ihop tillräckligt för att kunna skaffa sig en egen kamelflock, betala vad det kostade att få en hustru och bilda sin egen familj”. Qureish var köpmän och när Muhammed var nio eller tolv år följde han med på sin första karavan. Han förblev handelsresande under den första halvan av sitt liv. Klanen hade monopol på sträckan nord-syd och var därför de enda som tjänade pengar på de utländska karavaner som färdades där.